Posting on : 13 January 2011
by : admin

MENGHADAPI DUNIA KERJA

 

 

Akhir-akhir ini banyak digelar job fair atau pameran lowongan kerja. Pengunjung job fair atau pameran lowongan kerja umumnya tidak kalah laris dari pasar malam, pameran buku, atau pameran komputer. Lowongan di job fair sama halnya dengan arum manis di pasar malam, manis dan menggiurkan. Bedanya, pengunjung di job fair berpakaian rapi dan rata-rata berpendidikan tinggi. Mengapa job fair yang menawarkan lowongan kerja semakin ramai? Hal ini mungkin karena 40 juta penduduk Indonesia sedang mencari kerja, dan hanya 1 % di antaranya yang mempunyai jiwa wirausaha.

Jika lowongan bagaikan emas yang diburu, pengangguran adalah kata yang ditakuti. Untuk mengurangi ketakutan diri akan momok pengangguran, dan melenggang ke dunia kerja, tentu saja kita perlu persiapan. Namun kadang kita terlalu panik dan sibuk mencari kerja sehingga melupakan langkah-langkah dasarnya. Apa saja langkah-langkahnya? Mari kita simak sajian kami berikut ini.

Awalnya kita harus mengenal dengan baik diri kita. Siapa kita, apa kelemahan dan kelebihan kita. Dari segi fisik misalnya, jika kita bertubuh pendek, bukankah banyak dijual sepatu high heels! Merasa tubuh kurang langsing? Kita bisa menyiasatinya dengan memakai pakaian yang membuat tubuh terlihat lebih langsing. Selain fisik, kita juga harus mengenal apa keahlian kita, dan kemampuan mana yang harus kita tingkatkan. Bahasa Inggris belepotan? Bersemangatlah untuk ambil kursus atau rajin belajar di rumah. Jangan lupa, kita juga selalu punya kelebihan yang bisa kita tonjolkan.

Merasa kelebihan kita masih biasa-biasa saja? Jangan ragu-ragu untuk terus meningkatkanya. Tidak pernah ada kata rugi dalam belajar. Biaya tidak selayaknya menjadi kendala dalam belajar. Seperti halnya penata rias, hampir semuanya yang saya temui mengatakan keahliannya sebagian besar didapatkan dari berlatih. Demikian juga dengan fotografer, guru bahasa, atau desainer grafis. Download tutorial gratisan dari internet, lalu rajin berlatih, niscaya kita akan bisa.

Walau kemampuan sudah segudang, keahlian menggunung, kadang kita belum percaya diri karena belum punya pengalaman kerja. Bagi yang belum berpengalaman, ada baiknya kita mencari pengalaman sebanyak mungkin. Bagi kita yang berpengalaman sedikit, bayaran hendaklah menjadi urusan belakangan, yang terpenting adalah ilmu yang kita dapatkan.

Setelah mengenal diri, persiapan kita mulai dari persiapan fisik. Sekarang hampir semua perusahaan besar menerapkan standar dengan tes kesehatan pada karyawan barunya. Tentu saja kesehatan fisik ini tidak bisa diraih dengan ‘SKS’ alias Sistem Kebut Semalam layaknya ujian saat sekolah. Meskipun demikian, tes kesehatan tidak perlu menjadi momok para pencari kerja. Menghadapi tes kesehatan, para pencari kerja bisa mengatur pola makan, istirahat, dan olahraga. Mulai sekarang stop merokok dan minum minuman beralkohol. Secara umum, menerapkan gaya hidup sehat adalah kuncinya.

Selain kemampuan oke, fisik segar, mental pun harus bugar. Kita harus tahan banting, percaya diri dan kuat. Percuma kita punya fisik sehat dan otak pintar jika ditolak satu kali sudah membuat kita menangis dua hari. Be strong! Kita semua punya kesempatan yang sama untuk meraih keberhasilan. Yakinlah bahwa hidup adalah perjalanan dan pembelajaran. Jangan hanya menangis dari kegagalan, evaluasilah, dan berjanji tidak akan mengulang kesalahan yang sama di kesempatan berikutnya. Nanti, di saat diri kita sudah banyak belajarlah, kita akan menemukan keberhasilan.

Ternyata banyak ya, yang harus dipersiapkan? Ya, hidup adalah belajar. Mari kita mulai persiapan menghadapi dunia kerja dari hal-hal kecil. Mari kita kurangi beberapa menit porsi melihat reality show dengan menambah beberapa menit porsi melihat berita TV. Sempatkan bangun lebih pagi untuk berolah raga. Jangan lupakan pelajaran kita saat masih TK tentang 4 sehat 5 sempurna. Nah, persiapan itu mudah kan?!

 

 

 

 

(Dikutip Drai : senyum kita.com / inspirasi)